PKK Kota Denpasar Gelar Bimtek Peningkatan Kompetensi, Sasar Pendidikan Paud dan Pengelola Paud, Tingkatkan Mutu Pendidik PAUD

  • 16 Desember 2019
  • Oleh: Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Denpasar
  • Dibaca: 36 Pengunjung

Guna meningkatkan kompetensi pendidikan dan pengelola Paud Desa, PKK Kota Denpasar bekerjasama dengan BP Paud Dikmas Provinsi Bali menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Pendidikan Paud dan Pengelola Paud. Kegiatan yang dibuka secara resmi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. IA Selly Dharmawijaya Mantra di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Ny. IA. Selly Mantra mengatakan, di era globalisasi saat ini tantangan orang tua dalam mendidik anak semakin berat. Oleh karena itu harus memberikan lingkungan sosial, lingkungan pendidikan dan dasar pergaulan yang baik bagi anak-anak dengan cara memberikan kesempatan berkreatifitas untuk dapat tumbuh berkembang dalam menyongsong masa depan yang cerah bagi kehidupan bangsa.

Lebih lanjut dikatakan, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah salah satu wadah bermain dan belajar bagi anak-anak. Dalam proses pendidikan Paud anak-anak akan dididik serta dibantu untuk mengeluarkan serta mengembangkan potensi dan kreatifitas sejak dini. Dari hal itu TP PKK Kota Denpasar menilai bahwa keberadaan Paud di tiap-tiap desa dan kelurahan sangatlah penting untuk memastikan agar seluruh anak di Kota Denpasar mendapat layanan pendidikan yang layak pada saat usia emas.

Denpasar sebagai Kota Layak Anak dalam memberikan pendidikan kepada anak Ny. Selly Mantra mengaku memberikan hak yang sama kepada semua anak termasuk anak berkebutuhan khusus (Autis).  Untuk memberikan  pendampingan ke pada anak autis  Pemkot Denpasar mendirikan Sekolah Autis.  

Sekaligus sebagai Ketua Forikan dan Bunda Paud pihaknya bersama TP PKK Kota Denpasar sejak tahun 2014 Bunda Paud telah memberikan sosialisasi kepada anak-anak-paud dan Sekolah Dasar untuk memberikan makanan tambahan dan sosialisasi untuk Gerakan  (Gemarikan) memasyarakatkan makan ikan. Dengan gerakan sebagai Bunda Paud pihaknya mendapat penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI sebagai Bunda Paud Pejuang atas dedikasi, sinergi dan kolaborasi dengan HIMPAUDI  dalam wujudkan SDM unggul sejak dini. "Penghargaan ini bisa diraih atas kerjasama dan kolaborasi Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, bersama Tim Penggerak PKK Kota Denpasar dan stick  holder lainnya,'' ujarnya.

Menurut Ny. Selly Mantra penghargaan untuk Bunda Paud tujuannya adalah  bagaimana kita dapat mensosialisasikan  kepada anak- anak paud. Bahwa 1000 hari kehidupan asupan yang baik di dapat dari ikan itu sendiri. Karena ikan banyak mengandung vitamin yang dapat mencerdaskan dan menyehatkan.  Selain itu dengan mengkonsumsi ikan juga  mencegah stunting.  

Ny. Selly mengatakan, program TP PKK Kota Denpasar berkaitan dengan Paud. Yang menjadi prioritas program PKK terkait Paud adalah  PTK Paud yakni meningkatkan Kompetensi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Paud, Penguatan Paud di banjar atau dusun, memperluas akses Paud inklusif, menciptakan Paud berkualitas dengan mendorong akreditasi Paud secara kuantitas dan kualitas. Pogram PKK terkait Paud juga di dukung dengan pemutakhiran data Paud melalui pendataan berjenjang melalui PKK/Bund Paud Desa/Kelurahan, meningkatkan kemitraan dengan lembaga nasional dan internasional, pelestarian nilai-nilai seni budaya melalui kegiatan Paud dan meningkatkan Paud yang holistik integratif.

Upaya yang dilakukan dalam mewujudkan Paud berkualitas harus koordinatif, provakatif, advokatif, dan koorinatif. Berbagai upaya yang dilakukan pencapaian Paud Kota Denpasar mendapat 420 orang pendidik Paud yang tersertifikasi melalui Diklat Berjenjang Paud, 72 Lembaga/ satuan Paud berbasis banjar telah mendapatkan bantuan APE PAUD dari 103 Paud Banjar dan 350 lembaga satuan Paud Terakreditasi di Kota Denpasar.

Sementara itu Kepala BP Paud Dikmas Bali Dra Endah Warsiati M.Pd mengatakan, kegiatan ini merupakan pogram pokok BP Paud Dikmas Bali dalam peningkatan multu SDM yakni sebagai pendidik dan pengelola. Menurutnya dalam hal peningkatan multu Paud di Kota Denpasar lebih banyak mendapatkan penghargaan di banding kabupaten lainnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, peningkatan multu adalah pogram pendidikan yang tidak pernah berhenti, bahkan semenjak kandungan harus anak itu harus diberikan rangsangan agar tidak tumbuh hal-hal negatif salah satunya pencegahan stunting. "Hal ini harus dilakukan agar tidak ada anak yang mengalami stunting,'' ujarnya.

Di usia emas juga diperlukan rangsangan yang harus diberikan dalam keluarga maupun sekolah mulai  dari anak Kelompok Bermain, Tk dan SD sampai kelas II. ''Ini adalah peran dan tanggung jawab kita semua terutama keluarga dan yang berkecimpung dalam kelompok bermain,'' ungkapnya.

Panitia Pelaksana Ni Made Puspitasari mengatakan, peserta pada pengembangan kemitraan Bimtek peningkatan kompetensi Pendidikan dan pengelola Paud Paud Desa berjumlah 45 peserta yang terdiri pendidik, pengelola Paud Desa di 4 kecamatan di Kota Denpasar. Untuk materi yang diberikan adalah kebijakan BP Paud dan Dikmas Bali, Kebijakan TP PKK Kota Denpasar, Manajemen Pengelolaan Paud, Pengasuhan Positif, pembelajaran berbasis konten steam dan loose Part serta etika dan karakter Pendidik Paud. (Ayu)


  • 16 Desember 2019
  • Oleh: Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Denpasar
  • Dibaca: 36 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Ny. Selly D. Mantra

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?